Rabu, 19 November 2014



Rangkuman Paper

Researching Ethics and Morality in Information Systems - Some Guiding Questions

Penelitian IS mengenai etika seringkali menimbulkan banyak masalah dan kesulitan bagi para sarjana IS untuk menganalisa. Hal ini disebabkan karena lingkup etika yang sangat luas dan sampai sekarang belum ada acuan yang baku untuk meneliti topic etika. Paper ini mencoba memberikan beberapa arahan lewat pertanyaan-pertanyaan untuk dijadikan pedoman sebelum memulai penelitian.


1.       Konsep etika apa yang digunakan?
Ada banyak paham mengenai etika. Dua di antaranya adalah utilitarianism dan deontology. Utilitarianism adalah suatu teori dari etika yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan (utility)  atau memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. Bisa dikatakan bahwa ini adalah paham yang menyatakan bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan.
Deontology adalah teori etika dimana perbuatan menjadi baik bukan dilihat dari hasilnya melainkan karena perbuatan tersebut wajib dilakukan. Tujuan yang baik tidak selalu menjadikan perbuatan itu baik juga. Kita tidak boleh melakukan suatu perbuatan jahat agar sesuatu yang dihasilkan itu baik, karena dalam teori ini kewajiban itu tidak bisa ditawar karena merupakan suatu keharusan. Contoh tidak boleh mencuri atau berbohong.
Dari sekian banyak ini, kita harus menentukan paham apa yang ingin kita pakai sebagai acuan dalam penelitian.
Konsep ini perlu ditetapkan terlebih dahulu karena seringkali terjadi banyak kondisi perilaku yang dapat diperdebatkan apakah itu etis atau tidak. Jadi peneliti harus menetapkan teori yang ingin digunakan terlebih dahulu.
Selain itu, kita perlu menentukan juga level of abstraction dari research question penelitian kita. Ada empat level:
-          Moral Intuition
-          Moral Conviction
-          Ethical justification
-          General Reflection


2.       Tingkatan normative apa yang diperlukan untuk research question?
Dalam membuat rumusan masalah pada sebuah penelitian etika, kita perlu memperhatikan tingkatan normative yang terkandung dalam penelitian tersebut. Ada tiga macam tingkatan normative yaitu descriptive, normative, dan metaethics. Descriptive membahas mengenai keyakinan orang mengenai morality, mana yang benar dan mana yang salah.
Normative lebih menganalisa mengenai apa yang seharusnya orang lakukan. Sedangkan metaethics ada pada level yang lebih tinggi, yaitu menganalisa mengenai apakah kebenaran itu sendiri. Metaethic ini biasa berujung kepada pembuatan konsep baru.


3.       Bagaimana hubungan project ini dengan penelitian IS yang sudah ada?
Dalam membuat penelitian, pastikan bahwa kita mengetahui kondisi practice saat ini dengan memahami paradigm dan metode yang sudah ada. Dengan kata lain adalah kita perlu memastikan landasan teori yang akan kita pakai telah mencakup kondisi IS saat ini.


4.       Bagaimana hubungan project ini dengan penelitian yang sudah dilakukan dengan disiplin ilmy yang berkaitan?
Etika yang akan kita bahas dalam penelitian harus disesuaikan dengan topic etika yang sudah ada di lapangan atau yang sudah dibahas pada penelitian terdahulunya.


5.       Apakah setiap aspek etika dan penelitian yang dibahas konsisten?
Teori yang kita pakai dari awal sampai akhir harus konsisten. Tidak berlawanan satu dengan yang lain. Contohnya bila di awal kita menggunakan utilitarianism, maka di jangan berubah menjadi deontology di tengah-tengah penelitian.


6.       Bagaimana cara mengerjakan kesimpulan dari normative yang dibahas?
Dengan setiap point yang sudah dijabarkan sebelumnya, kita perlu menentukan metode apa yang ingin digunakan untuk melakukan penelitian.
 

Tidak ada komentar: