Rangkuman Paper
Researching Ethics and
Morality in Information Systems - Some Guiding Questions
Penelitian IS mengenai etika seringkali menimbulkan banyak
masalah dan kesulitan bagi para sarjana IS untuk menganalisa. Hal ini
disebabkan karena lingkup etika yang sangat luas dan sampai sekarang belum ada
acuan yang baku untuk meneliti topic etika. Paper ini mencoba memberikan
beberapa arahan lewat pertanyaan-pertanyaan untuk dijadikan pedoman sebelum
memulai penelitian.
1. Konsep etika apa yang digunakan?
Ada banyak paham mengenai etika. Dua di
antaranya adalah utilitarianism dan deontology. Utilitarianism adalah suatu
teori dari etika yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang
memaksimalkan penggunaan (utility) atau
memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. Bisa dikatakan bahwa ini
adalah paham yang menyatakan bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah,
dan menguntungkan.
Deontology adalah teori etika dimana
perbuatan menjadi baik bukan dilihat dari hasilnya melainkan karena perbuatan
tersebut wajib dilakukan. Tujuan yang baik tidak selalu menjadikan perbuatan
itu baik juga. Kita tidak boleh melakukan suatu perbuatan jahat agar sesuatu
yang dihasilkan itu baik, karena dalam teori ini kewajiban itu tidak bisa
ditawar karena merupakan suatu keharusan. Contoh tidak boleh mencuri atau
berbohong.
Dari sekian banyak ini, kita harus
menentukan paham apa yang ingin kita pakai sebagai acuan dalam penelitian.
Konsep ini perlu ditetapkan terlebih dahulu
karena seringkali terjadi banyak kondisi perilaku yang dapat diperdebatkan
apakah itu etis atau tidak. Jadi peneliti harus menetapkan teori yang ingin
digunakan terlebih dahulu.
Selain itu, kita perlu menentukan juga
level of abstraction dari research question penelitian kita. Ada empat level:
-
Moral Intuition
-
Moral Conviction
-
Ethical justification
-
General Reflection
2. Tingkatan normative apa yang diperlukan untuk research question?
Dalam membuat rumusan masalah pada sebuah
penelitian etika, kita perlu memperhatikan tingkatan normative yang terkandung
dalam penelitian tersebut. Ada tiga macam tingkatan normative yaitu
descriptive, normative, dan metaethics. Descriptive membahas mengenai keyakinan
orang mengenai morality, mana yang benar dan mana yang salah.
Normative lebih menganalisa mengenai apa
yang seharusnya orang lakukan. Sedangkan metaethics ada pada level yang lebih
tinggi, yaitu menganalisa mengenai apakah kebenaran itu sendiri. Metaethic ini
biasa berujung kepada pembuatan konsep baru.
3. Bagaimana hubungan project ini dengan penelitian IS yang sudah ada?
Dalam membuat penelitian, pastikan bahwa
kita mengetahui kondisi practice saat ini dengan memahami paradigm dan metode
yang sudah ada. Dengan kata lain adalah kita perlu memastikan landasan teori
yang akan kita pakai telah mencakup kondisi IS saat ini.
4. Bagaimana hubungan project ini dengan penelitian yang sudah dilakukan dengan disiplin ilmy yang berkaitan?
Etika yang akan kita bahas dalam penelitian
harus disesuaikan dengan topic etika yang sudah ada di lapangan atau yang sudah
dibahas pada penelitian terdahulunya.
5. Apakah setiap aspek etika dan penelitian yang dibahas konsisten?
Teori yang kita pakai dari awal sampai
akhir harus konsisten. Tidak berlawanan satu dengan yang lain. Contohnya bila
di awal kita menggunakan utilitarianism, maka di jangan berubah menjadi
deontology di tengah-tengah penelitian.
6. Bagaimana cara mengerjakan kesimpulan dari normative yang dibahas?
Dengan setiap point yang sudah dijabarkan
sebelumnya, kita perlu menentukan metode apa yang ingin digunakan untuk
melakukan penelitian.